Press Release HKBP FIladelfia :: Pemeriksaan Pdt. Palti Panjaitan sebagai Tersangka

PRESS RELEASE

STOP KRIMINALISASI TERHADAP PEJUANG KEBEBASAN BERAGAMA
DAN KORBAN KEKERASAN ATAS NAMA AGAMA
Saat ini PDT. PALTI PANJAITANSTh, pimpinan Jemaat HKBP Filadelfia, Tambun Bekasi mengalami kriminalisasi di Polres Kota Bekasi. Hal ini adalah berdasarkan laporan massa anti toleran yaitu SDR. ABDUL AZIS ke Polres Kota Bekasi, dengan nomor laporan: LP/1395/K/XII/2012/SPK/Restra Bekasi, tanggal 24 Desember 2012 atas nama Pelapor Sdr. Abdul Azis, terlapornya: Pdt. Palti Panjaitan. Tindak pidana yang dituduhkan adalah tindak pidana penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352 Jo 335 KUHP. Dimana tindak pidana yang dilaporkan ini adalah pada malam misa Natal 24 Desember 2012 di Desa Jejalen Jaya, Tambun-Bekasi.
Awalnya Pdt. Palti Panjaitan ditetapkan sebagai saksi dalam perkara ini dan diperiksa sebagai saksi pada tanggal 28 Januari 2013, kemudian dilanjutkan pemeriksaan 5 (lima) orang Jemaat HKBP Filadelfia pada waktu berikutnya. Stelah itu ditingkatkan statusnya sebagai tersangka yang diperiksa hari ini, Rabu 20 Maret 2013 di Polres Kota Bekasi.
 
PDT. PALTI PANJAITAN DAN JEMAATNYA ADALAH KORBAN KEKERASAN
Proses hukum ini patut dipertanyakan dari perspektif hukum, karena dalam  fakta yang sebenarnya bahwa Pdt. Palti Panjaitan dan Jemaat HKBP Filadelfia adalah korban kekerasan massa anti toleran pada misa malam natal 24 Desember 2012, dimana massa ini dipimpin oleh Abdul Azis. Kekerasan yang dilakukan barisan massa anti toleran ini adalah menghadang Jemaat HKBP Filadelfia yang hendak menuju lokasi ibadah di Jalan Jejalen Jaya, Tambun Bekasi untuk melakukan Misa Malam Natal. Penghadangan dilakukan sekitar 500 meter dari lokasi ibadah Jemaat HKBP Filadelfia.
Selain penghadangan, massa anti toleran juga melakukan pelemparan kepada Jemaat HKBP Filadelfia, yaitu melempar telur busuk, melempar kotoran hewan, melempar air jengkol yang sudah direndam, melempar batu, melempar tanah, menyiram air comberan. Ironisnya polisi membiarkan terjadinya aksi kekerasan massa anti toleran tersebut.
Jika melihat fakta-fakta sebagaimana diuraikan di atas, sangat jelas dan terang bahwa Pdt. Palti Panjaitan, dan Jemaat HKBP Filadelfa merupakan korban kekerasan atas nama agama yang dilakukan oleh sekelompok massa anti toleran yang dipimpin oleh Abdul Azis yang melaporkan Pdt. Palti Panjaitan. Padahal Pdt. Palti bukanlah pelaku kejahatan dan bukan pula penggerak untuk melakukan kejahatan. Karena itu proses hukum terhadap pdt. palti panjaitan keliru dan menyesatkan.
Dari hal-hal di atas patut dipertanyakan proses hukum terhadap Pdt. Palti Panjaitan sampai pada penetapannya sebagai Tersangka sebab hal itu tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Dengan demikian proses hukum terhasap Pdt. Palti Panjaitan merupakan pengingkaran dan pelanggaran serius terhadap ketentuan hukum yang berlaku terutama KUHP dan Hukum Acara Pidana (KUHAP), dan peraturan lainnya.
Dengan proses hukum terhadap Pdt. Palti Panjaitan  mulai ditetapkan sebagai saksi sampai ditetapkan sebagai tersangka menimbulkan pertanyaan mengapa dilakukan proses hukum terhadap Palti Panjaitan, padahal Pdt. Palti dan Jemaatnya adalah korban kekerasan massa anti toleran pada ibadah misa malam natal 24 Desember 2012 di Desa Jejalen Jaya, Tambun- Bekasi. Dimana tanggal 24 Deseber 2012 merupakan PERISTIWA KELABU bagi Pdt. Palti Panjaitan dan Jemaat HKBP Filadelfia.
Ironinya, ketika kekerasan yang dilakukan kelompok massa anti toleran diilaporkan Pdt. Palti Panjaitan ke pihak kepolisian, sampai saat ini laporan tersebut tidak jelas penanganannya, padahal laporan Pdt. Palti Panjaitan sudah 4 (empat) kali yaitu pada tanggal 20 April 2012, 06 Mei 2012, 19 Mei 2012, dan yang terakhir pada tanggal 27 Desember 2012. Tindak pidana yang dilaporkan adalah tindak pidana menghalang-halangi orang yang mau melaksanakan upacara keagamaan, ancaman kekerasan di muka umum, dan penganiayaan, termasuk ancaman pembunuhan terhadap Pdt. Palti dan Kuasa Hukum HKBP Filadelfia (sebagaimana dimaksud dalam pasal 175 KUHP Jo Pasal 176 KUHP Jo Pasal 336 KUHP Jo Pasal 351 s/d Pasal 353 KUHP), pelakunya adalah Abdul Azis, Ustd. Naimun, dkk.
KRIMINALISASI: MENGHANCURKAN KELOMPOK MINORITAS
Kriminalisasi terhadap Pdt. Palti Panjaitan tersebut selain merupakan kriminalisasi terhadap Pdt. Palti sebagai korban kekerasan atas nama agama juga dalam posisinya sebagai Pejuang kebebasan beragama, sebab selama ini Pdt. Palti Panjaitan telah memimpin perjuangan Jemaat HKBP Filadelfia untuk mendapatkan dan mempertahankan hak beribadah dan mendirikan rumah ibadah di Desa Jejalen Jaya, Tambun Bekasi, dimana Jemaat HKBP Filadelfia telah memenangkan gugatan di pengadilan, dimanana telah  berkekuatan hukum tetap, final dan mengikat. Tetapi lagi-lagi kelompok massa anti toleran yang dipimpin Abdul Azis, Usd. Naimun menolak kegiatan ibadah dan pembangunan rumah ibadah Jemaat HKBP Filadelfia. Jelas sekali kriminalsiasi tersebut merupakan skenario untuk mematikan perjuangan HKBP Filadelfia.
Kriminalisasi terhadap  Pdt. Palti sebagai kelompok minoritas bukan lagi hal yang pertama, sebab dalam kenyataannya kriminalisasi terhadap kelompok minoritas sudah menjadi hal yang biasa terjadi di negeri ini yang dilakukan aparat kepolisian dengan arogansi kekuasaannya. Barang kali masih segar dalam ingatan kita berbagai upaya kriminalsiasi yang dilakukan oleh kepolisian terhadap kelompok minoritas, yaitu terhadap Ahmad Nuryamin jemaat Ahmadiyah Cisalada tahun 2010, Deden Sujana jemaat Ahmadiyah Cikeusik tahun 2011, Pdt. Bernard Maukar pimpinan GPdI Sumedang tahun 2012, Ust. Tajul Muluk pimpinan Syiah Sampang tahun 2012, Jayadi Damanik GKI Yasmin tahun 2012.
Kriminalisasi seperti ini menghancurkan perjuangan kelompok minorits untuk mendapatkan haknya  beragama, beribadah, termasuk hak untuk mendirikan rumah ibadah yang merupakan persoalan serius mengenai kebhinnekaan/ keberagaman di Indonesia.
Dari hal-hal yang disebukan di atas, kami TIM ADVOKASI DAN LITIGASI HKBP FILADELFIA selaku Kuasa Hukum HKBP Fildelfia, dengan ini menyatakan mendesak Kapolres Kota Bekasi melakukan hal-hal sebagai berikut:
1.      Menghentikan kriminalisasi dan proses hukum terhadap Pdt. Palti Panjaitan selaku pimpinan Jemaat HKBP Filadlefia dan Jemaat HKBP Filadelfia, sebab Pdt. Palti Panjaitan dan Jemaatnya merupakan korban kekerasan atas nama agama pada ibadah misa malam Natal tanggal 24 Desember 2012 di Desa Jejalen Jaya, Tambun- Bekasi dan kegiatan ibadah setiap hari Minggu serta kegiatan ibadah lainnya, termasuk Abdul Azis pelakunya.
  1. Mengeluarkan Surat Peritah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap Laporan Polisi Nomor: LP/1395/K/XII/2012/SPK/Restra Bekasi, tanggal 24 Desember 2012, atas nama Pelapor Sdr. Abdul Azis, dengan Terlapornya Pdt. Palti Panjaitan, karena Pdt. Palti Panjaitan bukan pelaku pemukulan/penganiayaan kepada siapapun, termasuk kepada Abdul Azis sebagai pelapor.
  2. Mencabut status Pdt. Palti sebagai tersangka dan menyatakan bahwa Pdt. Palti Panjaitan tidak tidak benar melakukan pemukulan/penganiayaan terhadap Abdul Azis pada ibadah misa natal tanggal 24 Desember 2012 di Desa Jejalen Jaya
  3. Memulihkan nama baik Pdt. Palti Panjaitan.
  4. Melakukan penangkapan dan tindakan tegas  terhadap Abdul Azis, Ustd Naimun, dkk sebagai pelaku kekerasan terhadap Pdt. Palti Panjaitan dan Jemaatnya
  5. Memberikan perlindungan beribadah bagi Jemaat HKBP Filadelfia setiap hari minggu dan kegiatan keagamaan lainnya
Bekasi, 20 April 2013
Hormat Kami
TIM ADVOKASI DA LITIGASI HKBP FILADELFIA
 
 
Saor Siagian (Tim Advokasi HKBP Filadelfia): 0816702912
                     –
Judianto Simanjuntak (Tim Advokasi HKBP Filadelfia): 081381055864
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s